Yuk Cegah Cyberbullying
08-November 2021
Resume 4 :
Yuk Cegah Cyber Bullying
Saat ini sudah sering terjadi seseorang memperkarakan orang lain akibat komentar pedas dalam media sosial.Hal tersebut tidak jarang menjadi viral bahkan masuk ke ranah pelaporan polisi akibat perbuatan kurang menyenangkan hingga kriminal.
Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (2019) tercatat 49% pengguna internet pernah menjadi korban ciberbullying dan ini sangat berdampak bagi kesehatan mental pengguna internet. Keadaan ini memang diperparah dengan adanya pandemi virus coronayang membuat banyak orang belajar dari rumh dan bekerja dari rumah sehingga lebih banyak menggunakan internet untuk mengurangi kebosanan.
Apa sebenarnya cyberbullying, jenis dan ragamnya, serta cara mengatasinya tentu perlu kita ketahui agar kita tidak terseret dalam arus tersebut. Cyberbullying adalah kondisi dimana seseorang merasa tidak nyaman terhadap komentar/informasi/gambar foto yang ditujukan untuk dirinya, yang bertujuan untuk menyakiti, mengintimidasi, menyebar kebohongan, menghina yang diunggah di media sosial di internet dan jejaring media oleh orang lain. Bullying merupakan bentuk penindasan oleh seseorang tanpa alasan namun semata karena seseorang merasa memiliki power akibat senioritas, kepemilikan, kedudukan atau kecerdasan atas orang lain yang di bully. Dalam dunia online (cyberbullying) menurut KPAI menjadi lebih berbahaya karena pelaku berlindung di anonymous account untuk membully orang lain sekaligus memprovokasi pihak lain untuk menyetujui atau mendukung tindakannya terhadap korban.
Terdapat beberapa penyebab seseorang menjadi korban bullying yaitu:
(1)Terlalu banyak posting;(2) memposting konten yang aneh, sehingga menimbulkan pro dan kontra;(3) kurang tetap memilih teman di media sosial, hal ini terjadi saat kita tidk membatasi akun media sosial kita alias membukanya untuk semua orang, (4) tidak membatasi diri bercerita di media sosial. Ketika banyak hal pribadi kita sampaikan biasanya akan menyebabkan perbedaan persepsi sehingga menimbulkan bullying.
Masih menurut KPAI bullying dapat menimbulkan trauma psikologis karena pelakunya biasa melakukan secara berulang serta menghasut orang lain untuk melakukan tindakan serupa walaupun yang diajak tidak mengenal korban. Bisa dibayangkan saat semua orang yang terkoneksi dapat melihat dapat melihat kata-kata kasar, tidak senonoh, komentar penuh kebencian hingga keluarga korban pun dapat terkena dampaknya, sungguh mengerikan.
Lantas bagaimana cara kita agar dapat mencegahnya? Karena sebagai pendidik kita harus peka dengan keadaan ini dan mengambil bagian kita agar generasi bangsa terselamatkan. beberapa cara yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut :(1)melakukan edukasi penggunaan jejaring sosial yang aman ;(2) mengajari anak cara menghadapi perundungan seperti tidak menanggapi atau memblokir akun orang yg membully; (3) membimbing anak untuk untuk privasi khususnya data pribadi di media sosial, sehingga pengakses lebih tersaring. Selain itu perlu ditekankan bahwa apa yang diposting tidak hilang sehingga perlu sekali selektif dalam mempublish informasi ibarat sebuah paku yang menempel di kayu, akan berbekas walaupun paku sudah diangkat; (4) tunjukkan prestasi baik di lingkungan sekolah atau kerja, keunggulan ini dapat menyebabkan pelaku bully merasa korbannya tidak terkalahkan,; (5) menjalin pertemanan dengan banyak orang secara sehat dan tidak suka membully; (6) tumbuhkan rasa percaya diri; (7) tidak terpancing melawan melainkan tenang dan sabar; (8) jadikan bullyan sebagai penyemangat untuk sukses; (9) jangan tampakkan sikap takut atau sedih; (10) laporkan pada pihak yang berwenang.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan publik Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kem Kominfo RI) menyelenggarakan 1251 kegiatan Literasi Digitalisasi yang akan berlangsung selama 6 Mei sampai 6 Desember 2021 di 14 kabupaten/kota di Jawa Timur. kegiatan ini bertujuan untuk mendukung percepatan transformasi digital, peningkatan kapasitas, awareness dan diseminasi pemanfaatan teknologi digital agar pemanfaatan internet dilakukan dengan benar dan bertanggung jawab. Kegiatan ini membahas empat pilar utama Literasi Digital yaitu:
1.Budaya bermedia digital (Digital culture)
2.Aman bermedia (Digital Safety)
3.Etis bermedia digital (Digital Ethics)
4.Cakap bermedia digital (Digital Skills) yang salah satu fokusnya adalah gerakan anti Cyberbullying.
Yuk kita dukung gerakan anti bullying baik secara offline maupun online.
Mantap bu...resume yang informatif👍👍
BalasHapusMaasya Allah, lengkapnya.. bunda.
BalasHapus