Menjadi Pejuang Kebenaran DI Tengah Gempuran Hoax
12-November-2021
Menjadi Pejuang Kebenaran Di Tengah Gempuran Hoax
Pemateri : Mis Phia
Moderator : Deni Darmawan
Hoaks sudah menjadi masalah yang mendunia. Dalam sesi sebelumnya sudah kita ketahui bahwa hoaks berdampak negatif bagi kehidupan bermasyarakt dan bernegara. Kita tidak bisa 100 persen terhindar dari hoaks baik sengaja atau tidak. Namun kita harus mampu melakukan hal-hal baik agar dapat meminimalisir terpapar hoaks.
1. Hadapi Dengan Senyum.
Ketika kita berhadapan dengan hoaks maka sikap paling bijak yang dapat kita ambil adalah senyum.Senyuman kita dapat memberikan waktu sejenak untuk tenang, tidak gegabah. Kita cukup merasa curiga tanpa membuat komentar apapun kecuali mengecek kebenarannya...sekali lagi dengan senyum😑
2. Berlatih Reframe
Reframe adalah membingkai ulang pikiran kita dengan memasukkan kata-kata bersifat sugestible misalnya "saya beruntung bukan tipe orang yang gampang percaya, gampang terpengaruh, gampang menshare". Dapat juga kita katakan bahwa 'saya adalah orang yang hati-hati dan kritis".
Dengan demikian kita tidak mudah terkesima dengan situs yang banjir follower karena rupanya follower juga bisa diperjual belikan. Kita lebih sabar untuk membangun rasa percaya dengan mengecek kapan situs dibuat, bagaimana dia merespon pertanyaan folower (memberi tanggapan), apakah bersikap terbuka ( bukan membalas via inbox) dan itu terjadi kontinyu.
3.Membangun Ketahanan Diri
Ketahanan diri merupakan benteng terkuat untuk mengatasi banjir informasi hoaks.Karena walaupun negara melakukan pemblokiran bahaya hoaks tetap ada, situs abal-abal tetap muncul hampir di seluruh bidang kehidupan.oleh karena itu sangat diperlukan upaya :
3.1. menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman.
Hubungan baik dalam lingkungan keluarga dan pertemanan menciptakan kepercayaan sehingga memudahkan menyamakan persepsi jika berada dalam kelompok media sosial yang sama, mudah berkomitmen dalam menshare informasi, mudah mengenalinya sehingga lebih mudah menandai orang yang berada diluar kelompok tersebut.
3.2.menerima bahwa perubahan sebagai bagian dari kehidupan.
Kita tidak selalu menjumpai bahwa sesuatu akan sama sepanjang waktu.Informasi mengenai ideologi, politik, sosial budaya , pertahanan dan kemanan, teknologi dan sebagainya senantiasa berubah atau berkembang. Ada hal-hal yang dahulu dianggap penting saat ini dianggap sebagai sejarah demikianlah fenomena kehidupan. Kita harus siap dengan hal itu seperti himbauan motivator 'Anda tidak hidup dimasa lalu saat anda hadir saat ini".
3.3. take action
Lakukan sesuatu saat anda tahu itu penting. ketika kita mengetahui terjadi hoaks maka lakukan sesuatu untuk mengklarifikasi pada diri, keluarga dan teman. Menggali banyak informasi agar diri menjadi teredukasi dengan informasi yang benar, seperti mengikuti pelatihan atau seminar tentang menangkal hoaks, kemudian sebarkan melalui jejaring sosial agar lebih banyak orang yang mengerti.
3.4.start never wait
Kepekaan terhadap keselamatan diri dan lingkungan hendaknya membuat kita terus bergerak untuk mengarus positifkan kebaikan yang otomatis menangkal hoaks. Segera memulai kebaikan tersebut tidak menunggu merespon sebuah kebingungan yang dialami keluarga, teman merupakan langkah awal yang baik untuk membangun ketahanan diri.
Selain hal terserbut diatas beberapa trik yang dapat menghindarkan kita dari hoaks yaitu :
👉Saring sebelum sharing dengan mengecek sumbernya
👉Menghubungi anti hoaks.com atau turn back hoaks
👉Untuk teman yang sering sharing hoaks dapat kita japri untuk mengingatkan
👉Tidak mengangkat telepon dari no yang tidak dikenal kecuali kita dikirim pesan lebih dulu
👉Tidak menyebutkan informasi pribadi pada nomor yang tidak dikenal karena meraka kebanyakan melakukan permainan psikologis seperti mengabari keluarga kita ada yang sakit parah dan sebagainya.
Demikianlah resume kali ini semoga membawa pencerahan pada diri dan lingkungan disekitar kita, aamiin.
terima kasih sdh mengerjakan tugasnya dengan baik
BalasHapusMantap bu Rahayu
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKeren resumenya bu rahayu...
BalasHapussemangat menulis! sipp
BalasHapus