Berbincang Dengan Hoaks, Media Sosial dan Dunia Digital
Resume ke :13
CV Pemateri:
Nama : Aam Nurhasanah
Tempat tanggal lahir : Cipanas, 12 Agustus 1988
Riwayat Pendidikan : SD hingga SMA di Cipanas, S-1 di STKIP Setia Budhi Rangkasbitung
Riwayat Pekerjaan : Kepala Sekolah SMPS Mathla Ul Hidayah Cipanas lebak.
Tentang menulis : Juara 1 Lomba Blog PGRI dan 10 besar HUT AISEI kategori artikel favorit. Aktif menulis sejak tahun 2020 dalam beberapa komunitas menulis.
Email : aamnurhasanah12@gmail.com
Fb : Aam Nurhasanah
IG : aamnurhasanah88
Moderator : Dail Ma'ruf
Bu Aam memulai paparannya dengan menampilkan mentimeter, semata untuk mengetahui seberapa banyak partisipan yang tertarik dan mau berinteraksi dengan materi yang yang beliau sampaikan dengan pertanyaan Apa itu Hoaks? (menggunakan aplikasi mentimeter)
Hoaks adalah berita bohong atau berita yang sebenarnya harus diverifikasi kebenarannya, belum layak di share.Yang harus kita lakukan jika menerima berita tersebut adalah melaporkannya ke kominfo. Misalnya seperti ini.
Atau seperti ini
Modus lain yaitu mendapatkan telepon menang hadiah kemudian kita disuruh untuk memberikan nomer pin 6 angka pesan di WA setelah itu WA kita di bajak atau disalahgunakan.
Menti meter dilanjutkan dengan pertanyaan " media apa yang paling banyak digunakan peserta dalam bermedsos?"
Whatsapp menempati urutan pertama, disusul Face book dan Telegram, kemudian Instagram.
Materi kemudian dilanjutkan dengan merespon pertanyaan dari peserta.
1. (Bu Wulan) Apa tips bu Aam sehingga memiliki memiliki buku solo dan ontologi yang cukup banyak disela-sela kesibukannya. hingga berprestasi.
💦Jawab:
Menurut bu Aam tipsnya cuma berlatih setiap hari, dari hal-hal yang sederhana lalu buktikan apa yang terjadi. Kemudian bergabunglah dalam komunitas yang sejenis. Bayangkan 1 hari satu tulisan...dalam 1 tahun tentu bisa jadi buku.
1. (Pak Prans Fernandez Praya, Lombok)Seringkali hoaks disebarkan oleh orang yang berpendidikan atau orang yang berpengaruh dilingkungan , bagaimana kita menyikapinya?
💦Jawab:
Kita perlu verifikasi kebenaran berita tersebut , kemudian merespon berita tersebut kepada yang bersangkutan.
3. (Bu Jaitun, Seruyan Kal-Teng) Bagaimana cara mengenali sebuah berita adalah Hoaks?
💦Jawab:
Ciri-ciri hoaks yang bisa dikenali adalah:
a. menciptakan kecemasan, kebencian, permusuhan.
b. sumber tidak jelas dan tidak ada yang bisa dimintai klarifikasi atau tanggung jawab
c.pesan sepihak, menyerang dan tidak netral
d.mencatut nama tokoh berpengaruh atau pakai nama mirip media terkenal
e.memanfaatkan fanatisme atas nama ideologi, agama dan suara rakyat
f.judul dan pengantarnya provokatif dan tidak cocok dengan isinya
g.memberi penjulukan
h.meminta supaya di share atau di viralkan
i.menggunakan argumen atau data yang sangat teknis supaya terlihat ilmiah dan dapat dipercaya
j.artikel biasanya menyembunyikan fakta dan data serta memelintir pernataan narasumbernya
k.biasanya ditulis oleh media abal-abal dimana alamat media dan penanggung jawab tidak jelas
l. memanipulasi foto dan keterangannya, Foto lama dari kejadian di tempat lain dengan keterangan yang juga dimanipulasi.
4.(Pak M.Chaerudin, S.Pd., Parung Panjang Bogor) Apa yang harus dilakukan bila ada teman dalam grup yang menyebarkan hoaks?Bagaiman tips agar terhindar dari hoaks atau menjadi korban hoaks? apakah perlu mengamankan akun secara periodik?
💦Jawab:
a. Sebagai admin grup kita dapat memberitahu anggota yang lain bahwa itu adalah hoaks, dan memberi pesan agar tidak diteruskan pada orang lain.
b.Sebagai admin grup dapat mengeluarkan orang-orang yang dianggap mencurigakan
c.Menyaring informasi
d.Mengamankan akun dengan verifikasi
e.Melaporkan pada pihak berwajid jika dikethui orang2 tertentu sudah meresahkan anggota grup yang lain
Kemudian Pak Dail mengutip QS.Al Hujurat ayat 6 yang artinya: "wahai orang-orang yang beriman jika seseorang yang fasik datang kepadamumembawa sesuatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan) yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu".
Demikain materi ini ditutup dengan pecutan semangat dari Bu Aam dan Pak Dail agar para peserta senantiasa bersemangat dalam menulis, agar menjadi guru yang bisa memotivasi dan mengispirasi peserta didiknya.


Komentar
Posting Komentar